Jumat, 24 Desember 2010

SEJARAH ASAL USUL AL – HIKMAH

SEJARAH ASAL USUL AL – HIKMAH

A. RIWAYAT KH. M. TOHA bin SYI ’IN

Konon semenjak kecil Pak Toha bercita -cita ingin memiliki ilmu yang sekarang disebut Al-Hikmah. PakToha belajar di pesantren di daerah Banten selama 7 tahun tapi cuma mendapat Ilmu Qiro ’at, Fiqih dan silat Cipecut.
Setelah 7 tahun Pak Toha berpikir, biaya sudah habis namun ilmu yang
di cita – citakan belum juga di dapat. Akhirnya Pak Toha pulang dari pesantren kerumahnya yang berada di Jakarta. Ditengah perjalanan di atas kereta api, yang insya Allah jumlah dari gerbong kereta api tersebut adalah
sebanyak 6 gerbong. Beliau duduk melamun memikirkan biaya telah habis, namun ilmu yang di cita – citakan belum di dapat. Disaat sedang melamun, tiba – tiba datanglah 3 orang berpakaian jawara menyapa Pak Toha.
Sambil duduk salah seorang dari mereka berkata,” Ada ilmu yang dibaca dua kalimat Syahadat, tapi bila ditunjuk ke orang yang berniat jahat maka orang tersebut langsung terpental”.
Pak Toha kaget lalu bertanya, ” Ilmu apa yang tadi diceritakan dan berada dimana ?”

Kemudian salah seorang dari ke 3 orang tersebut mengambil bungkusan rokok yang isinya tinggal 1 batang.
Lalu bungkus itu dipakai untuk menuliskan alamat keberadaan ilmu tersebut. Selagi Pak Toha membaca alamat tersebut ke 3 orang itu tiba – tiba sudah menghilang, dicari di 6 gerbong ke 3 orang tersebut tidak ditemukan.

Sangat disayangkan bahwa kita tidak diberitahukan alamat atau nama kampung yang tertera ditulisan pada bungkus rokok itu. Setelah menempuh perjalanan, akhirnya Pak Toha pun sampai di rumahnya. Setiba dirumah disambut oleh Bapaknya dengan pertanyaan, ” Gimana Toha, apakah yang kamu cita – citakan sudah berhasil ?”
Pak Toha menjawab, ” belum berhasil Pak, sewaktu dalam perjalanan pulang ada 3 orang di kereta api yang memberi saya alamat, namun biaya telah habis ”.
Pada waktu itu bapaknya Pak Toha mempunyai seekor kuda dan delman, maka dijualah kuda dan delman tersebut seharga Rp. 40,- ( empat puluh rupiah ). Dengan tujuan untuk dipakai biaya Pak Toha mencari Ilmu.
Hingga bapaknya Pak Toha beralih profesi menjadi tukang daun dan tali.

Berangkatlah Pak Toha dari rumahnya di Jakarta, naik di halte satu dan turun di halte yang lainnya. Tetapi setiap ditanya berhenti di halte yang mana ? Pak Toha selalu menjawab, ” diam kamu !”.
Setelah turun di halte yang terakhir, Pak Toha berjalan kaki melewati sawah yang luas, pada saat itu sedang panen. Sampai ditengah persawahan tibalah saatnya waktu maghrib,
akhirnya Pak Toha pun membabat jerami untuk digunakan sebagai ampar.

Setelah subuh Pak Toha melanjutkan lagi perjalanan menuju alamat pesantren yang tertera di bungkus rokok itu. Menjelang maghrib Pak Toha baru sampai di pesantren yang dituju. Pak Toha mengucapkan salam dan dijawab oleh Kyai pesantren tersebut dengan Wa Alaikum sallam.
Kyai tersebut lalu bertanya, ” mau kemana kamu Toha ?”. Pak Toha kaget dan tertegun
( karena Kyai itu tahu namanya ) sambil menjawab,” saya hanya ingin mencari ilmu Kyai ”.

Ditempatkanlah Pak Toha di masjid oleh kyai tersebut dengan kalimat, ” karena ilmu Qiro’at dan Fiqih kamu sudah cukup. Ketika waktu sholat tiba kamu harus mengisi air tempat wudhu ”.
Pekerjaan tersebut dilakukan Pak Toha selama 3 tahun kurang 10 hari. Pada saat itu santri dari Kyai tersebut berjumlah sebanyak 300 orang. Sepengetahuan Pak Toha selama 3 tahun kurang 10 hari itu,
Pak Toha belum pernah melihat Kyai tersebut melaksanakan sholat di masjid,
baik sholat Jum’at ataupun sholat 5 waktu.
Hanya saja apabila datang waktu siang selepas dhuha, Kyai tersebut mengajak Pak Toha untuk menanam padi, singkong dan jenis palawija lainnya. Setelah 3 tahun kurang 10 hari Pak Toha berpikir, saat tiba waktu subuh
Pak Toha membawa Al – Qur’an menghadap Kyai tersebut dengan maksud ingin mengaji.
Tapi ditolak oleh Kyai tersebut dengan ucapan, ” Toha ilmu Qiro’at kamu sudah cukup di Banten ”, lalu Pak Toha diberi uang se-gobang atau 5 sen, kemudian disuruh membeli daun kawung atau daun rokok dengan pesan, ” kamu jangan tidur sebelum saya datang ”.

Pada waktu itu uang se-gobang dapat daun kawung sebanyak 5 ikat dan di bawalah daun kawung itu ke masjid. Sesuai dengan pesan, Pak Toha menunggu di masjid dari subuh sampai kurang lebih jam 02.00 WIB dini hari.
Akhirnya Kyai tersebut datang memasuki masjid, pada saat itu Pak Toha sedang duduk ditiang tengah masjid. Sesampainya di dalam masjid Kyai tersebut mengucapkan salam dan di jawab oleh Pak Toha dengan wa alaikum sallam.

Sambil duduk Kyai itu berkata, ” Toha, ternyata niat kamu memang sudah sungguh-sungguh ”.
Duduklah Kyai tersebut berhadapan dengan Pak Toha yang waktu itu duduk menghadap arah kiblat.
Maka dari sinilah jatuh syarat ngerawat bahwa si murid harus menghadap arah kiblat dan
Pembina atau Perawat Al-Hikmah menghadap ke arah si murid, yaitu saling berhadapan.

Setelah duduk saling berhadapan Kyai tersebut pun bertanya tentang daun kawung yang dipesannya.
Pak Toha mengeluarkan ke 5 ikat daun kawung tersebut, lalu mulailah Kyai tersebut mencabuti satu persatu daun kawung itu yang ternyata di dalamnya sudah tertulis ayat – ayat Al – Qur’an, sambil mencabut. Kyai tersebut bertanya, ” ini yang kamu cari Toha ?” Pak Toha menjawab, ” bukan Kyai. ”.

Terus menerus seperti itu sampai akhirnya daun kawung yang 5 ikat tersebut hanya tinggal tersisa 2 lembar saja. Lalu kyai tersebut memegang kedua lembar daun kawung yang tersisa sambil bertanya,
” Toha setiap yang dicabut tadi terdapat tulisan ayat Al-Qur’an tapi kenapa kamu menolaknya ?”
Pak Toha menjawab, ” maaf Kyai, bukan itu yang saya cari ”.
Kyai berkata, ” bagaimana kalau yang kamu cari tidak ada disini ( maksudnya 2 lembar daun kawung yang tersisa )”. Pak Toha menjawab lagi, ” saya ridlo kalau memang tidak ada, tapi karena ilmu itu diturunkan ke dunia, tolong saya diberi petunjuk ”.
Kyai tersebut tersenyum sambil berkata, ” tenang kamu Toha ”.
Lalu mencabut 2 lembar daun kawung yang tersisa sambil membaca
 
”Asy’ hadu ala illaha ilallah wa asy’ hadu anna Muhammadur Rasulullah”
”Benar itu Kyai !”, seru Pak Toha.
Namun Kyai tersebut membelah daun kawung tersebut sambil berkata
” Semua yang bergerak di perut adalah hak kamu dan yang bergerak di tangan adalah hak H. Amilin ”.
Pada waktu itu H. Amilin baru berusia 7 tahun, tapi sudah dipanggil Haji.
Kyai tersebut berkata, ” suatu hari nanti akan ada anak buah kamu yang dapat menyatukan ilmu ini ”.
Terjadi perbedaan pendapat antara murid Pak Toha dengan murid H. Amilin,
bahwa bohong H. Syaki ngaku – ngaku muridnya H. Amilin. Kebenarannya, waktu itu Pak Toha mempunyai 60 perwakilan yang di antaranya termasuk H. Syaki.
Namun dari 60 perwakilan hanya H. Syaki yang menerima surat dari Pak Toha untuk belajar dengan H. Amilin
di Garut. Ini fakta yang menguatkan bahwa H. Syaki adalah termasuk salah satunya murid H. Amilin. Setelah 3 tahun kurang 10 hari dan merasa telah mendapatkan ilmu yang di inginkannya, Pak Toha pun pulang kerumahnya.

Setelah sampai dirumah, disambut oleh adiknya yang bernama Sukardi yang kebetulan pada waktu itu sedang kalah main,” wah kebetulan Toha kamu pulang, ajarin gue silat Cipecut nih ”.
Pak Toha pun bersedia mengajarinya, namun dari mulai waktu isya sampai menjelang subuh Sukardi tidak bisa mempelajarinya.
Setelah waktu subuh tiba dan pada waktu ibunya Pak Toha sedang menggoreng singkong di atas sebuah wajan atau kuali, keduanya sudah merasa kelelahan. Pak Toha pun agak lepas kontrol dan berkata, ” goblok amat kamu belajar begini saja nggak bisa – bisa ”.
Sukardi yang mendengar omongan ini jadi emosi, maka dia menyerang berniat memukul Pak Toha, namun secara reflek Pak Toha menunjuk Sukardi sehingga terpental menduduki kuali yang sedang dipakai menggoreng singkong.
Si Ibu menjerit ketakutan, namun Bapaknya Pak Toha bersorak girang sambil berkata,
” Nggak percuma aku habis modal akhirnya anakku berhasil mendapatkan ilmu yang di inginkannya ”.



Sehabis kejadian itu akhirnya Sukardi berkata,” ngapain lu ngajarin gue silat Cipecut, itu aja yang lu ajarin ke gue”.
Disitulah pertama kali Pak Toha mengajarkan ilmu Al-Hikmah kepada adiknya Sukardi dan jatuh kebiasaan dimana kita ikhwan Al-Hikmah disyahkan menjadi Pembina atau Perawat Al – Hikmah,
dihimbau untuk membina atau merawat keluarga terlebih dahulu sebelum orang lain.
Setelah di ajarkan ilmu Al-Hikmah akhirnya Sukardi berangkat main lagi tapi kalah lagi.
Maka di ikatlah oleh Sukardi hingga semuanya tampak bengong seperti patung.
Lalu Sukardi mengambil semua uang yang ada tapi hal ini diketahui oleh Pak Toha hingga akhirnya jatuh sumpahnya Pak Toha dari kejadian itu.

Bahwa setiap muslimin muslimat yang ingin masuk atau belajar ilmu Al-Hikmah harus bisa dan mau mengerjakan segala perintah ALLAH dan menjauhi segala larangan- Nya.

B. RIWAYAT KH. M. SYAKI ABDUSYUKUR bin SARTAWI

Pada tahun 1935 Abah H. Syaki berjalan di jalanan Jakarta dan melihat orang-orang yang sedang latihan. Melihat kejadian aneh, orang mukul mental dengan cuma ditunjuk. Karena penasaran abah pun turun gelanggang, tapi begitu nyerang langsung terpental. Setelah berapa kali abah pun yakin bahwa memang benar.
Abah pun minta di ajari sama Pak Toha, tapi dijawab, ” nanti saja dek. Kalau kamu sudah dewasa tagih hutang sama saya ”. Pada waktu itu abah dikasih kenit ( batu cincin yang di buntel ) sebanyak 3 buntelan sambil berkata,
” bawa ini insya Allah dengan membawa inipun kamu akan selamat ”.

Tahun 1952 setelah anak abah, Ramli lahir. Abah pun di syahkan menjadi Pembina atau Perawat untuk mengajar. Tapi abah belum mau disyahkan, tapi dipaksa oleh Pak Toha dengan ucapan, ” nggak apa – apa terima aja dulu ”.
Setelah disyahkan tahun 1952, maka pada tahun 1957 Pak toha pun wafat.
Inilah saat pertama kali turun wirid’an dari Pak Toha. Karena sebelumnya Al-Hikmah tanpa wirid’an.

Riwayatnya ketika abah datang ke Jakarta, Pak Toha sedang sakit karena kedatangan 3 orang tamu yang kurang sopan. Pak Toha pada waktu itu sedang lengah.
Tamu tersebut mengucap salam dan bertanya dengan kasar, ” mana Toha ”.
Pak Toha marah lalu keluar dan memukul tamu tersebut, namun Pak Toha malah terpental.
Kemudian tamu tersebut pulang dan berkata,” Toha, sampai disini saja kamu mengurus ilmu ini ”. Setelah seminggu abah menemani Pak Toha yang sedang sakit di Jakarta,
abah disuruh pulang dengan kalimat, ” Kamu dosa meninggalkan anak istri di rumah ”.

Abah pun pulang dan setibanya di rumah menyuruh Surnita (adik laki – laki abah) untuk ke Jakarta menunggu dan menemani Pak Toha yang sedang sakit. Begitu sampai, Pak Toha sedang dikelilingi keluarga.
Pak Toha bertanya, ” mana adiknya Syaki ? ”, ” saya abah ”, sahut Surnita.
Waktu itu Pak Toha memberikan amplop sambil berkata, ”amplop ini jangan di buka, kalau bukan Syaki sendiri yang membukanya ”. Begitu amplop jatuh ke tangan Surnita, maka saat itulah Pak Toha Wafat.
Surnita pun pulang kerumah dan memberikan amplop tersebut ternyata berisi 3 lembar kertas surat dan satu lembaran kitab ” tajul muluk”.

Lembar Pertama dari surat itu berisi amanat yang bunyinya : Bahwa syarat masuk Al-Hikmah harus taat kepada
hukum syara dan hukum negara.

Lembar Kedua berisi wirid’an

Lembar Ketiga berisi minta sumbangan karena mau meninggal. inilah pertama kali jatuh wirid’an terhadap
Al – Hikmah.

Sesudah Pak Toha wafat tahun 1957, maka pada tahun 1958 abah Syaki mulai bergerak luas meninggalkan pekerjaannya dan fokus mengajarkan Ilmu Al-Hikmah.




Pada tahun 1965, di Lampung anggota Al-Hikmah sudah 10.000 anggota.
Kemudian abah membentuk KSBPI ( Kesatuan Seni Budi Pekerti Islam ). Tapi di Malaysia disebut KSBPIM, karena sifatnya berbentuk kesatuan, maka didirikanlah CV. DENGKUL.

Tapi tidak lama karena Direkturnya bernama Marzuki (bukan anggota Al-Hikmah).
Tidak menjalankan tugas dengan baik karena lebih tertarik dengan sekretarisnya sehingga tugas-tugas terbengkalai. CV. DENGKUL lalu di bubarkan oleh Abah H.Syaki.
Dengan terlebih dahulu menyelesaikan hutang piutang perusahaan.

Setelah selesai abah kembali ke Jakarta, dengan maksud melapor ke KSBPI Pusat
Tapi ketika sampai abah mendengar suara gaduh dari ruangan ustadz Ramli.
Setelah salam 3x tanpa menunggu balasan abah langsung masuk,
abah pun bertanya, ” sedang apa kamu Ramli ”.
” sedang meng-Islamkan setan ”, jawab Ustadz Ramli
Abah pun marah karena jawaban itu, KSBPI pun dibubarkan.

Sampai di rumah abah bingung mau dinamakan apa Ilmu Allah ini ?
Abah melakukan Istikharoh dan hasilnya turun nama AL – HIKMAH.













I. MENGKAJI AL – HIKMAH

Alhamdulillahihi robbil alamin, Allah menjadikan kita sebagai orang – orang yang mendapatkan
hidayah untuk mendapatkan pelajaran tentang Al – Hikmah.
AL – HIKMAH
Bagi sebagian orang yang mendapatkan Hidayah belajar Al – Hikmah maka terkadang beranggapan Al – Hikmah adalah Ilmu seperti pada umumnya. Tapi Al - Hikmah dikaji dalam bahasa
Maka kita akan mendapatkan arti dari asal kata HIKMAH yang artinya
Mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi atau yang kita alami
Dengan mengembalikan segala sesuatunya kepada kesadaran akan kekuasaan Allah,SWT.
Al – Hikmah bagi kita sebagai Ikhwan dan Akhwat sebagai perantara
untuk mencari kasih sayang dan ke-Ridhoan Allah, SWT.

”Barang siapa taat kepada Allah dan kepada Rasul, maka mereka itu akan bersama – sama dengan orang yang diberi ni’mat oleh Allah, ya’ni dari golongan para Nabi, Shiddiqin, Syuhada dan Shaalihin. Mereka itu teman yang baik”.(QS. An – Nisaa-i : Ayat 69)

Dengan cara mencintai Allah,SWT semoga Allah,SWT pun akan mencintai kita.
Dengan cara menyayangi Allah, SWT maka insya Allah, Allah pun akan menyayangi
ummat-Nya yang mau mendekatkan diri pada-Nya.

Bagaimana cara mencari kasih sayang Allah, SWT. Para Guru dan Pembina Al – Hikmah menganjurkan untuk ber-wirid sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri dan mencari kasih sayang Allah, SWT.
Maka janji Allah, SWT tidak akan pernah di ingkari-Nya dan
Allah,SWT tidak akan pernah meleset dari janji-Nya. Siapapun orangnya yang sudah menjadi kesayangan Allah,SWT akan merasakan keberuntungan
yang tidak akan di duga dengan akal pikiran manusia.
Ber-wirid adalah cara kita untuk meng-agung-agungkan Allah, SWT.
Sebagai cara kita untuk menyadari akan kekuasaan Allah dengan
Menyebut - nyebut nama-Nya dan kebesaran hanya milik-Nya.

”Barangsiapa yang telah menyebut-nyebut nama-KU maka akan KU-masukkan dalam
kebentengan -KU dan akan KU- lepaskan dari adzab -KU”.
( janji Allah,SWT dalam Hadist Qursyi )
dan
sangatlah merugi bagi kita yang tahu dengan Allah, SWT tapi tak mengenal Allah, SWT.
Apalagi untuk menyadari nikmat-nikmat Allah, SWT yang telah kita rasakan selama ini.
Jadi Al-Hikmah hanyalah sebuah cara untuk mengenal, mendekatkan diri, mencari kasih sayang Allah,SWT dan mengharapkan segala sesutu yang kita kerjakan dan usahakan baik urusan dunia dan akhirat tetap dalam ke-Ridhoan –Nya

ILLAHI ANTA MAQSUDI WA RIDHLOKA MATHLUBI
”segala tumpuan tujuanku adalah ke-Ridho-an -Nya”.

Kasih Sayang Allah,SWt tak akan ada putusnya, kecintaan Allah, SWT tak ada batasnya.
Maka orang – orang Al – Hikmah melakukan wirid hanyalah untuk mencari ke-ridho-an-Nya
tak ada ke-ridho-an yang lain.
Me-wirid juga adalah untuk simpanan atau tabungan di akhirat pada saat kita akan mempertanggung jawabkan semua yang telah kita lakukan di bumi Allah,SWT.

Sesal tak akan berguna saat tubuh sudah terbalut kain putih, tangis sanak keluarga tak akan menolong. Sayangnya orang – orang yang kita cintai tak lagi akan mampu untuk menolong kita untuk selamatkan diri.
Dihadapan Allah, SWT hanyalah badan sendiri tiada berteman.
Teman terbaik hanyalah amal pahala yang dapat menolong.
Maka...Kita akan sangat merugi jika di saat kita menghadap ke-hadhirat Allah,SWT nanti tak ada Tabungan dan Simpanan yang akan kita gunakan untuk ditukar dengan kesenangan di Istana Allah. SWT.
Al – Hikmah tidak pernah mengajarkan bahwa setelah di gores maka orang-orang
Al – Hikmah akan dapat melakukan apa saja dengan mengucap kata pasti.
Al – Hikmah tidak mengatakan pasti tapi dengan mengucapkan Insya Allah
maka segala usaha adalah urusan kita yang mengerjakan,
Maka segala hasil dan keputusan dari segala usaha adalah ke-ridho-an Allah,SWT
kepada kita setelah berusaha.

I.A. MAKSUD dan TUJUAN PENDIDIKAN AL – HIKMAH

Sumber dari Guru Besar AL – HIKMAH, KH. ISKANDAR
Acara Ceramah di depan Ikhwan dan Akhwat di Surabaya

Membina akhlak dan membentuk jiwa tauhid di kalangan umat Islam, untuk mencapai kesejahteraan lahir dan batin di dunia dan di akhirat.

Tujuan orang Islam masuk Al-Hikmah supaya lebih di Islamkan maka sebelum orang Islam masuk
Al-Hikmah di sumpah dulu, harus sanggup meninggalkan larangan ALLAH dan harus sanggup mengerjakan perintah ALLAH. Karena tujuannya lebih di Islamkan

Nuzulnya adalah.........
Dari Nabi Muhammad, SAW mau melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj
sebelumnya dibersihkan dulu di sumur Zam – Zam.
Bukan berarti Nabi Muhammad,SAW kotor, Nabi Muhammad, SAW itu sudah bersih,
berhubung mau menghadap Allah lebih di bersihkan. Al-Hikmah itu larinya kesitu.
Karena Al-Hikmah itu HIDAYAH, Hidayah berasal dari Bahasa Arab yang artinya PETUNJUK. Berhubung Islam ini punya Allah, maka yang memberi petunjuk pun adalah Allah.
Karena yang memberi petunjuk adalah Allah maka
Yang tidak dapat Hidayah, tidak akan dapat Hidayah dari Allah.

Setelah masuk Islam kemudian masuk Al-Hikmah itupun sama adalah Hidayah.
Maka yang sudah dapat Hidayah harus pandai – pandai mengurus dan menjaganya
Karena takut di ambil lagi oleh Allah, SWT.

Contoh : Karena sayangnya orang tua dengan anak. Si anak dibelikan sepeda motor
tapi oleh si anak tidak di urus, pasti diambil lagi oleh orang tuanya.

Kalau ada orang keluar dari Islam hanya dengan makanan atau beras atau
supermi..karena merasakan hidup susah melulu...
Itu cuma syare’at, hakikatnya adalah Allah SWT mengambil lagi hidayahnya.











I.B. APA ITU AL – HIKMAH.......?

Ilmu Al-Hikmah bukan Ahli Hikmah, bukan hijib, bukan kontak.
Ahli Hikmah ialah ilmu yang menggunakan kitab Aufak,
Sedangkan yang dinamakan dengan Hijib ialah yang mengamalkan puasa dan wirid.
Adapun yang dimaksud dengan Kontak ialah mereka yang memasukkan benda-benda tertentu kedalam tubuh seseorang seperti sambatan, susuk dan benda-benda keras lainnya.

Sedangkan Ilmu Al - Hikmah
Menurut hukum adalah ”SIRRULLAH”, yaitu contoh - contoh akhir kalam :


”Barang siapa mengucap La ilaha illallah di akhir ucapan, maka jaminannya masuk surga”.
Itu di akhirat, sedangkan di dunianya di contohkan dengan Ilmu Al-Hikmah.
Al-Hikmah yang bergerak diperut itu, ” La illaha ilallah ”.
Yang bergerak ditangan, ” Muhammadur Rasulullah ”. karena di tangan adalah utusan.

I.B.a. Kenapa Harus Al – Hikmah

Karena mungkin tidak ada Ilmu seindah dan semudah ilmu Al-Hikmah,
indah karena cukup menyebut nama ALLAH, mudah karena hanya dengan mengeraskan perut,
maka sudah mencakup seluruh tujuan.
Misalnya untuk menghindari seluruh mahluk Allah yang berniat jahat atau untuk pengobatan.
Kenapa indah? Karena Likalimatin thoyibah, ” laa illaha ilallah ”,
bahwa tidak ada kalimat sebagus dan seindah kalimat, ” laa illaha ilallah ”.
Yang bergerak diperut dalil akhirul kalam,” laa illaha ilallah dakholal jannah ”.
Untuk menyelamatkan kita di akhirat sedangkan yang bergerak di tangan ” Ya Abdul Jabbar ”,
yang disebut tingkat dua untuk menyelamatkan kita di dunia.
Kalimat ” Abdul jabbar ” dari gerakan tangan atau yang disebut ”Muhammadur Rasulullah” menurut ulama dalam kitab tafsir showi itu adalah bahasa ahli neraka yang tertolong oleh Nabi Muhammad SAW setelah di angkat ke surga, mereka memberi julukan ” Ya Abdul Jabbar ” kepada Nabi Muhammad SAW.
Tetapi di kitab lain ” Ya Abdul Jabbar ”, itu merupakan julukan malaikat Izrail yang diberikan oleh ahli surga yang tidak merasakan neraka.

Diriwayatkan dalam kitab ”Jawahirul Buchori” ketika Rasul pulang dari perang handak,
beliau beristirahat dengan seorang sahabat bernama Jabir dibawah satu pohon yang rindang.
Pedang Rasul di gantung di salah satu dahan pohon dan sahabat Jabir pun pergi menjauh dengan maksud supaya tidak mengganggu istirahatnya Rasul.

Tiba – tiba muncul seorang kafir Arabi yang berniat membunuh Rasul, kafir Arabi itu mengambil pedang Rasul yang tergantung di dahan. Dan mengarahkannya ke leher Rasul, tetapi dia langsung terpental dan akhirnya lari.
Setelah kejadian itu sahabat Jabir menghampiri Rasul dan bertanya, ”Ya Rasul, aku melihat pedang tadi di arahkan tepat di leher Engkau tapi mengapa mereka bisa terpental?” Rasulullah menjawab :


”aku hanya menyebut nama ALLAH”.



Inilah salah satu riwayat Rasul yang menggambarkan betapa indahnya dan mudahnya Al-Hikmah,
karena hanya dengan menyebut nama ALLAH bisa menghindarkan seluruh makhluk ALLAH yang berniat jahat terhadap kita. Walaupun riwayatnya waktu itu Rasul tidak dibarengi dengan mengeraskan perut. karena itu adalah bagian dari mukjizat ke Nabian

Menurut ulama dalam kitab ”Pawaidul makiyah”, setiap sindiran itu syair dan Setiap syair adalah haram setiap ilmu adalah sihir adalah haram.
Sedangkan menurut hadist Rasul setiap omongan anak Adam haram kecuali amar ma’ruf nahi mungkar maka syair tersebut haram kecuali Syair Ruku Wudhu,rukun sholat dan lain – lain.

Sihir,setiap ilmu sihir haram kecuali Al- Hikmah karena syarat dari Al-Hikmah harus islam, yaitu Islam yang sanggup menjalankan segala perintah -Nya dan sanggup meninggalkan segala larangan -Nya. Baca Dua Kalimat Syahadat atau menyebut nama Allah itu Halal lain itu hanya Allah yang tahu.

Mukjizat adalah ke istimewaan bagi Nabi dan Rasul dari Allah, maka ukuran Ilmu bukan dari Nabi dan Rasul.

Hidayah adalah ke istimewaan bagi orang yang ahli ibadah.

Sedangkan Istidzrad merupakan sindiran Allah bagi orang yang bukan ahli ibadah.
Apa khijab? Adalah kelihatan. Apa Istidzrad ? Adalah sindiran.

Kenapa Mukhasafah hanya terbayang? Karena ilmu tidak akan berkembang.

Barang siapa yang sudah bisa melihat neraka dan surga maka tidak akan sanggup hidup di dunia.
Tetapi kalau Rasul Nabi Muhammad SAW, surga atau neraka sudah sebanding atau seimbang dengan badan beliau yang sudah dari cahaya.
Namun Hidayah atau Mukhasafah itupun harus di atur atau mengerti hukum – hukum syara atau agama karena setan tidak mau ketinggalan.

Khijab adalah milik dan jatahnya Nabi dan Rasul Allah
Mukhasafah adalah milik dan jatahnya Wali dan Ulama
Hidayah adalah milik jatahnya Orang-orang mukmin – mukminat
Istidzrad adalah miliknya dukun dan lain-lain, dikasih kelebihan tapi bukan ahli ibadah


















I.B.b. AL-HIKMAH adalah...

Sumber dari Guru Besar AL – HIKMAH, KH.ISKANDAR
TANYA – JAWAB didepan Ikhwan dan Akhwat di Surabaya

Tanya....Mengapa orang Al-Hikmah setelah digores tidak bisa diserang
Dan kalau kekuatan, kekuatan apa....apa bukan JIN...

Jawab : Ikhwan Al-Hikmah asal sanggup meninggalkan larangan ALLAH SWT dan sanggup
mengerjakan perintah ALLAH, SWT,dan apabila DUA KALIMAH SYAHADAT sudah dibaca,
dikeraskan perut maka yang mukul yang mental.

Yang namanya ASYHADU ALA ILLAHAILALLAH
WA ASYHADU ANNA MUHAMMADUR RASULULLAH

Itu adalah AQOM yaitu yakin adanya ALLAH SWT
Sedangkan tidak akan tau ESA-nya ALLAH SWT, GAGAH-nya ALLAH SWT
Kalau tidak tahu sifat 20. Apa artinya sifat 20 yang artinya Wujud, Qidam, Baqa, Mualafatul lilhawadis
Dan selanjutnya........
Yang artinya Wujud adanya ALLAH SWT pasti ada, dalilnya bumi dan langit serta isinya
Dan sifat 20 dimasukkan ke lafadz ILLA...ILLAHA...ILLA...ALLAH
Yang menurut Ilmu Tauhid me-WAHID-kan ALLAH SWT itu satu

Itu disebut – sebut
Laa…..Jalal
Ilaha…..Jamal
Illa…….Qohar
ALLAHu….Kamal

Laa….Nafi
Illaha…..Manfi
Illa…...Istbat
Allahu......Musbat

Itu bahasa Arab disitu disebut ILLA.....
Istbat...Istbat...Istbat itu menyebut nama ALLAH SWT...
Di lafad lainnya , ILLA itu Qohar = Gagah
Bahasa kitanya Qohar itu Gagah, dan siapa yang menyebut – nyebut nama
ALLAH SWT itu gagah. Karena akan diselamatkan di dunia dan di akhirat.

Maka Dua Kalimah Syahadat dibaca dan dikeraskan perut
Sesuai dengan lafadz ILLA adanya tengah – tengah sama dengan perut adanya tengah
Jadi yang mendorong orang mental itu adalah QUDROT.

Sifat QUDROT dari wujud, qidam, baqa...dan seterusnya tadi ada sifat Qudrot
Qudrot ALLAH, SWT di IRODAT-kan

KEKUASAAN ALLAH SWT di karsakan pada orang yang belajar Al-Hikmah

QUDROT – IRODAT – ILMU – HAYAT


I.C, Mengapa Ikhwan dan Akhwat Al – Hikmah harus di gores atau dibuka...

Ikhwan dan Akhwat yang belajar Al – Hikmah sebelum belajar al – Hikmah harus di gores atau dibuka oleh Guru atau Perawat Al – Hikmah dengan tujuan agar pada waktu me-wirid, wirid – wiridnya itu mengisi di tempat – tempat yang sudah dibuka oleh Guru Al – Hikmah. Wirid – wirid yang di ucapkan dengan lisan ini sebagai wudhu batinnya ikhwan dan akhwat Al – Hikmah.

Menurut Tasawuf
@ 2 jari di bawah Puting susu sebelah kiri adalah Latifatul Qalby yang berhubungan dengan jantung jasmani.
Disinilah letaknya sifat–sifat kemusyrikan, kekafiran dan ke takhayulan dan sifat–sifat iblis.

@ 2 jari di bawah Puting susu sebelah kanan adalah Latifatu Roh yang berhubungan dengan Rabu jasmani.
Disinilah letaknya sifat Dahimiyah (Binatang Jinak),yaitu sifat – sifat menuruti hawa nafsu.

@ Ditengah dada adalah Latifatul Akhfa berhubungan dengan empedu jasmani. Disinilah letaknya Rabaniyah,
yaitu sifat – sifat Ria, Takabur, Sombong, Ujub, Membangga – banggakan diri dan mempamer – pamerkan
kebaikan diri. Dan disini pula terdapat sifat – sifat kebaikan yaitu Ikhlas, Khusyu’, tadarru dan Tafakur.

Menurut Tasawuf dan Tarekat
Untuk membersihkan Jasmani dan Rohani maka di anjurkan untuk melakukan wirid’an guna melakukan wudhu batin sesuai dengan Sabda Rasulullah, SAW :
”Bahwasanya bagi tiap – tiap sesuatu itu ada alat untuk mensucikan dan
alat untuk hati itu ialah DZIKRULLAH”.

Dalam Al – Qur’an ( QS. Asy syam 7 – 11 ), Allah SWT ber-Firman :
•

”Demi diri – diri ( manusia ) dan Tuhan yangmenciptakannya, lalu dimasukkannya bibit kejahatan dan bibit kebajikan. Sungguh bahagialah orang yang mensucikan dirinya dan celakalah orang yang mengotorinya”.

Mensucikan hati Rabbaniyah sangat penting sesuai dengan Sabda Rasulullah, SAW :
”Di dalam tubuh anak Adam ada segumpal daging apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasad dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh jasad.Ketahuilah, dia itu ialah HATI”.

Maka Ikhwan / Akhwat Al – Hikmah setelah dibuka di anjurkan untuk melakukan wirid’ an dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah, me-wirid di dalam Al – Hikmah bukan bertujuan untuk menambah kehebatan Al – Hikmah tapi bertujuan untuk menabung atau menyimpan agar nanti sebagai bekal kita pada saat menghadap Allah.
Dan setiap melakukan wirid’ an hanya memikirkan Allah, SWT dan juga insya Allah kita sekaligus malakukan wudhu batin dengan menyebut – nyebut nama Allah dalam wirid’ an kita.
Dan tempat – tempat yang sudah dibuka oleh Guru Al – Hikmah, insya Allah memudahkan
kalimat – kalimat Asma Allah,SWT yang kita wirid kan untuk membersihkan batin dan jasmani kita yang banyak melakukan kesalahan..Amin..

Dan janji Allah, SWT dalam Al – Qur’an ( S.Al – Jin : 16 ) :
 
”Dan bahwa jika mereka tetap ( istiqamah ) menempuh jalan itu.
Sesungguhnya akan kami beri rezeki / rahmat yang berlimpah – limpah”.



I.D. Tujuan Al – Hikmah melakukan Wirid ’an

I,D.a. TUJUAN WIRID ’AN

Allah telah memberikan jaminan ketentraman hati bagi orang – orang yang selalu ingat kepada Allah.
Firman Allah dalam Al – Qur ’an ( QS. Ar – Rad 28 )

”Orang – orang beriman itu menjadi tenteram hatinya dengan zikrullah / ingat kepada Allah. Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah,
Hati bisa menjadi Tenteram ”.

Dan ada wirid ’an di dalam Al – Hikmah yang bunyinya :
 
 

”Ya Allah jadikanlah aku orang yang paling dicintai di hati orang Mu’min dan
berilah aku kabar gembira dan kekayaan hingga 120 tahun. Kepada Allah
sebaik-baiknya pelindung dan Dia Maha Pengasih di antara Penyayang.

Wirid’an tersebut adalah dari Rasulullah turun ke Tiga sahabat dan 4 riwayat. Yaitu ke Annas bin Malik 2 riwayat, ke sahabat Abiyasyar 1 riwayat dan ke sahabat Abi Umamah 1riwayat.
Adapun tujuan dari ke 4 riwayat tersebut adalah Sabda Rasulullah, SAW, ” Siapa yang sudah mendawamkan wirid’an tersebut akan di angkat derajatnya di akhirat. ”
Kalau sudah diangkat derajat di akhirat sudah Masya Allah pasti masuk syurga jadi Tujuan 4 riwayat tadi begitu.

Jadi tujuan melakukan wirid ’ an di dalam Al – Hikmah hanya untuk mencari ke- tentraman hati dan mencari derajat di sisi Allah. Dan juga mencari kekayaan di- akhirat. Wirid silahkan anda baca sebanyak kemampuan karena itu adalah untuk kekayaan di akhirat. Wirid artinya adalah Do’a dan do ’a adalah Ibadah, do’a untuk kekayaan akhirat.

Sebagaimana Firman Allah, SWT dalam Al – Qur’an ( QS. Al–Jum’ah 10 )

” Ingatlah Allah –( berdzikirlah kepada Allah) sebanyak - banyaknya agar kamu beruntung”.

Maka kalau ingin kaya di akhirat ibadahnya harus di perbanyak Para guru Al – Hikmah tidak pernah mem-Fatwakan dengan berdzikir ayat – ayat yang dikhususkan menjadi wirid ’an Al – Hikmah,
Ikhwan dan Akhwat yang sudah belajar akan dapat melakukan apapun sesuai yang di inginkan.
Apa yang di dapat seorang Ikhwan / Akhwat setelah berdzikir dan selalu menyebut – nyebut
Nama –Nya adalah Hidayah dan kelebihan yang Allah berikan karena kekuasaan -Nya atas seluruh makhluk dan hanyalah bentuk kasih sayang –Nya yang hanya sedikit dibandingkan kebahagiaan akhirat yang Allah janjikan tiada tara bandingannya. Wirid juga sebagai upaya pembersihan rohani dari sifat – sifat tercela atau dalam bahasa Arabnya adalah TAKHALI

Sebagaimana Firman Allah dalam Al – Qur ’an ( QS. As – Sams 9 – 10 )

”Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensucikan jiwanya,
dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”.

Dan wirid juga sebagai upaya untuk mengisi diri dengan sifat – sifat terpuji yang dapat menyinari hati atau dalam bahasa Arabnya adalah TAHALLI.

Sabda Rasulullah, SAW :


”Bahwasanya bagi tiap – tiap sesuatu itu ada alat untuk mensucikan dan alat untuk mensucikan hati itu ialah Zikrullah. Tidak ada sesuatu yang dapat melepaskan manusia dari azab selain dari pada Zikrullah”.

Sabda Rasulullah, SAW :

 


”Barang siapa selalu Istighfar ( bertaubat ) maka Allah akan memberikan jalan keluar dari tiap – tiap kesulitan. Dan Allah akan memberikan dari tiap – tiap kegelisahan akan ketentraman, dan Allah memberikan rezeki dari arah yang tak di duga – duga datangnya”
( Riwayat Abu Dawud )























I.D.b. PEDOMAN WIRID AL – HIKMAH

AL – BAQARAH Ayat 269


”Yu’ til hikmata may-yasyaa-u wa may-yu’tal hikmata faqad uutiya khairan katsiiraa,
wa maa yadz-dzak-karu il- laa ulul albaab”.
Artinya :
ALLAH memberikan Hikmah (Kebijaksanaan) kepada orang yang dikehendaki -NYA
Barangsiapa yang diberi -NYA Hikmah ( Kebijaksanaan ) itu,
Berarti ia telah mendapat banyak kebaikan.
Hanya orang – orang yang mau berpikir saja yang dapat mengambil pelajaran ini”.

HADIST QURSYI



”La illahailallah kalammi wa ana huwa man qolla hada hola hisni
famanda hola hisni amina min adzabi”.
Artinya :
“LA ILLAHAILALLAH itu kalam -KU, wa ana huwa dan itu AKU
barangsiapa sudah menyebut – nyebut Nama-KU. itu akan masuk dalam kebentengan -KU dan
barang siapa sudah masuk dalam kebentengan -KU akan kulepaskan dari adzab -Ku.

FIRMAN ALLAH SWT


”Walatus tarawill hayati dunnya samanan qolil”.
Artinya :
”Jangan kamu perjual belikan Ayat Allah dengan dunia yang kecil”.

FATWA ORANG – ORANG SHALEH

Disampaikan oleh ’Aun bin Abdullah rahimahullah

Siapa beramal untuk Akhirat,
Allah akan memenuhi kebutuhan dunianya

Siapa memperbaiki batinnya,
Allah akan memperbaiki lahirnya

Siapa membereskan urusannya dengan Allah,
Allah akan membereskan urusannya dengan manusia yang lain




SUMPAH IKHWAN / AKHWAT AL – HIKMAH


01. Tidak boleh meninggalkan Sholat Lima waktu sehari semalam
02. Tidak boleh membohong kepada Ibu dan Bapak, Guru dan Orang lain
03. Tidak boleh memfitnah atau menghina / mencaci orang lain
04. Tidak boleh merampas / mencuri hak orang lain
05. Tidak boleh meng-aniaya atau membunuh orang lain
06. Tidak boleh melakukan Zinnah tanpa pernikahan yang syah
07. Tidak boleh berjudi dan minum-minuman keras yang diharamkan
08. Tidak boleh Takabur dan menyombongkan diri
09. Tidak boleh Syirik atau menduakan Alah, SWT
10. Harus patuh kepada perintah Allah SWT,sesuai dengan petunjuk
Al-Qur’an dan sunnah Rasululah, SAW

Tidak boleh melanggar Undang – Undang Hukum Agama
Tidak boleh melanggar Undang – undang Hukum Negara, ber-azazkan Pancasila dan
Undang – undang Dasar 1945

SAYA BERJANJI

”Sebagai IKHWAN AL – HIKMAH, kepada Allah, SWT di hadapan Perawat / Pembina saya untuk mematuhi ”SUMPAH” pemegang Ilmu Dua Kalimah Syahadat ”AL – HIKMAH ”, tersebut di atas yang mana telah dibacakan dihadapan saya karena saya belajar Ilmu Dua Kalimah Syahadat Al – Hikmah, atas kemauan dari dalam hati dan resikonya Tanggung Jawab saya sendiri dunia dan akhirat.

A’ udzubillahiminnasyaithonirrojiim .................................................. .................1x
Bismillahirrohmanirrohiim .................................................. .................................3x
Asyhadu alla ilahailallah Wa Asyhadu Anna Muhammadur Rasulullah .........1x

Demi Allah... saya sanggup menghindari LARANGAN AGAMA dan NEGARA.
Bila saya melanggar salah satunya adalah menjadi Tanggung Jawab saya sendiri tidak akan membawa Guru, Kawan ataupun Orang Lain.
Demikianlah semoga Allah me-Ridhoi Sumpah saya dan Ilmu ini Amanah yang bermanfaat bagi saya di Dunia dan di Akhirat. Amin Ya Robbal Alamin.

Palembang, _________________
Menyaksikan
Pembina Al – Hikmah, Ikhwan Al–Hikmah yang berjanji


IRSYANUDDIN __________________________
LARANGAN UNTUK IKHWAN DAN AKHWAT AL – HIKMAH



Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang


01. Musyrik atau Menyekutukan ALLAH
02. Durhaka kepada Orang Tua
03. Minum – minuman yang Diharamkan
04. Ujub, Ria’ dan Takabur
05. Berjudi
06. Berzinnah
07. Mencuri
08. Berdusta
09. Hasud
10. Madat

Maka harus taat kepada Hukum Syara dan
Negara Republik Indonesia

Larangan ini dikeluarkan oleh Perguruan Al – Hikmah
Bersumber dari Hukum Agama dan Hukum Negara


KH. ISKANDAR
GURU BESAR AL – HIKMAH
Pasanggrahan Cisoka, Tangerang – Banten


IRSYANUDDIN
Pembina Cabang Plaju – Palembang
Nomor SK : No.158 / YFH / P / C / T / JB / XI / 06














IKRAR

Al - Fatiha

Allahumma sholli ala saidina Muhammad wa ala alihi saidina Muhammad


01. Ya ALLAH, aku mengakui dengan sesungguhnya bahwa Engkau-lah Yang Maha Besar,Engkau-lah Yang Maha Pengampun, Engkau-lah Yang Maha Mengetahui, Engkaulah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.


02. Ya ALLAH, aku mengakui dengan sesungguhnya bahwa diri aku ini tidak mempunyai daya upaya sama sekali selain daripada Engkau yang memberikan Rahmatan, Petunjuk, Taufiq dan Hidayah, Kemanjuran dan Kemukjizatan serta Keselamatan kepada aku.


03. Ya ALLAH, aku mengakui dengan sesungguhnya bahwa antara Engkau dan aku tiada perantara sama sekali, dimana aku disitu Engkau.


04. Ya ALLAH, aku mengakui dengan sesungguhnya bahwa hidup aku, gerak aku, nafsu aku, sir aku, sholat aku dan mati aku hanya karena Engkau.


05. Ya ALLAH, aku mengakui dengan sesungguhnya bahwa tiada lain tempat aku meminta dan memohon selain hanya kepada Engkau. Maka dari itu Ya ALLAH...........(niat). Limpahkanlah Rahmatan, Petunjuk, Taufiq dan Hidayah, Kemanjuran dan Kemukjizatan serta keselamatan kepada aku.


06. Ya ALLAH, aku mohon kepada -Mu, lindungilah aku dari perbuatan – perbuatan orang-orang yang terkutuk yang ingin mencelakakan aku.


07. Ya ALLAH, aku mohon kepada -Mu lindungilah aku dari godaan – godaan Jin, Syetan dan Iblis


08. Ya ALLAH, hanya kepada -Mu aku mohon perlindungan, meminta keselamatan
Amin Ya Robbal Alaamin.

Tidak ada komentar: